Jumat, 08 Januari 2010

PESERTA JAMBORE FOTOGRAFI 2009 TIDAK DISAMBUT DENGAN BAIK




Bandung – Jambore Fotografi 2009 kali ini diadakan di kota Bandung dengan tema Ngariung di Bandung. Acara yang berlangsung selama tiga hari, yaitu 16-18 Oktober 2009 ini dihadiri oleh berbagai UKM maupun klub foto mahasiswa yang tersebar di seluruh Jawa. Sebut saja seperti UFO, KMPF, Prisma, Forkom, Panorama, FPC, dan lainnya.
Para peserta dipungut biaya cukup terjangkau yaitu Rp. 80.000,00 per orang selama tiga hari. Maka dari itu jambore kali ini mendapat peserta yang banyak karena setiap kota mengirimkan banyak wakilnya.
Sebelum para peserta diantarkan ke tempat penginapan yang telah dijanjikan, sesampainya di Bandung mereka ditampung terlebih dahulu di sebuah aula universitas swasta di Bandung. Disana mereka dibiarkan selama beberapa saat untuk istirahat oleh panitia. Namun, para peserta ternyata banyak yang mengeluhkan tentang para kinerja para panitia Jambore Fotografi tersebut. Seperti salah satu klub UKM dari Semarang, Prisma, yang menurut anggotanya, mereka kecewa dengan sambutan yang diberi panitia. ”Kami sampai di terminal Cicaheum, Bandung pagi-pagi buta dan kita dibiarkan menunggu jemputan kira-kira satu jam, padahal badan kita udah capek di perjalanan. Setelah dijemput ternyata panitia cuman mengirimkan satu orang personil yang naik motor, sedangkan jumlah kita sendiri ada 15 orang,” ujar Gatot dengan kesal.
Akhirnya mereka pun menyewa angkot yang mengantarkan mereka ke sebuah universitas swasta di sekitar Bandung. ”Kami kira untuk biaya angkot bakalan ditangggung oleh panitia, ternyata kita disuruh bayar sendiri,” lanjut Gatot. Kekesalan mereka belum berhenti sampai disitu. Setelah sampai di aula, ternyata sudah banyak peserta lain dari kota lain yang sudah terlebih dahulu sampai dan mereka dibiarkan tidur di lantai begitu saja. Disana mereka menunggu hingga sore hari dan baru diberangkatkan menuju penginapan pukul 15.00 WIB.
”Kita dateng sampe sini tengah malem dan dibiarin tidur di lantai, di aula yang berantakan kaya gini. Kita disini bener-bener ditekantarin banget deh. Udah gitu kita terpaksa cari makan sendiri karena panitia baru bagi makan kalo kita udah sampe di penginapan ntar,” ujar Rizki, salah satu peserta dari Jakarta. Para peserta kebanyakan menyayangkan dengan para panitia yang dianggap tidak menghormati mereka sebagai tamu ataupun peserta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar