Semarang - Otto Mayor (42), mantan atlet kelahiran Papua, melakukan aksi jalan kaki dari Salatiga ke Semarang. Dengan membawa bendera merah putih dan berkalungkan poster bertuliskan "Dari Sabang-Merauke Bebas Korupsi Rakyat Makmur", ia bersemangat menapakkan kakinya di Jl Pahlawan Semarang, Rabu (9/12).
Sesampainya di depan Mapolda, pria mantan atlit lari maraton tersebut yang melakukan aksi jalan kaki dari Salatiga ke Semarang tersebut berhenti sejenak. Dengan mengibarkan bendera merah putih di depan Mapolda ia meneriakkan yel-yel dukungan anti korupsi dan menuntut pemerintah mengusut tuntas kasus korupsi dengan seadil-adilnya.
Usai berorasi sejenak ia pun melanjutkan perjalanannya menuju gedung Gubernuran Jateng untuk bergabung dengan sejumlah aktifis lainnya mengikuti aksi damai memperingati Hari Antkorupsi Sedunia 9 Desember 2009. Otto mengatakan melakukan aksi jalan kaki ini atas kemauan saya sendiri. Berjalan kaki dari Salatiga ke Semarang adalah bentuk sikap protes karena hukum di Indonesia belum ditegakkan, khususnya bagi para koruptor.
"Aksi jalan kaki ini adalah bentuk sikap perjuangan saya mendukung gerakan anti korupsi," jelas Otto yang mengaku telah tinggal di Salatiga selama 25 tahun tersebut. Menurutnya, ia memulai aksi berjalan kaki dari Salatiga-Semarang pada pukul 02.00 WIB dini hari. Setidaknya dibutuhkan waktu selama tujuh jam perjalanan ke Semarang demi dukungannya terhadap gerakan penumpasan korupsi.
Sumber : suaramerdeka.com
Rabu, 16 Desember 2009
PULUHAN ELEMEN MASYARAKAT TURUN KE JALAN MENUNTUT SBY
Semarang - Ratusan orang dari puluhan elemen masyarakat, mahasiswa, dan buruh di Kota Semarang, Rabu (9/12) turun ke jalan menuntut pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar tegas dalam menegakkan hukum, terutama kasus tindak pidana korupsi.
Peserta aksi membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan serta kritikan terhadap kinerja pemerintah dan aparat penegak hukum yang dinilai tidak serius dalam menangani setiap kasus korupsi. Sejumlah perwakilan dari peserta aksi juga bergantian berorasi di atas mobil bak terbuka yang telah dipasang pengeras suara.
Saat menggelar aksi di kantor Kejati Jawa Tengah, para peserta aksi menyerahkan langsung ”pedang antikorupsi” yang terbuat dari kertas karton kepada Wakil Kepala Kejati Jawa Tengah Donny Kadnezar.
Usai menerima, Wakajati mengatakan pihaknya berjanji akan memberantas korupsi tanpa tebang pilih, termasuk kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah di kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kepala Bagian Humas aksi tersebut, Eko Haryanto mengatakan peringatan Hari Antikorupsi tahun 2009 ini diliputi duka karena Indonesia termasuk dalam daftar ”pasien” penderita penyakit korupsi tingkat mengkhawatirkan. "Kinerja pemerintah, penegak hukum serta lembaga peradilan negara belum seperti yang diharapkan," katanya.
Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menerangkan bagaimana upaya perlawanan dan kondisi terakhir pihak yang antikorupsi terhadap kasus korupsi, seperti kasus "Cicak dan Buaya", kriminalisasi Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) serta skandal Bank Century yang menyebabkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Untuk itu, lanjut Eko, kami menuntut agar mafia peradilan dan makelar kasus (markus) dihapuskan serta mereformasi total semua lembaga penegak hukum dan peradilan yang berwenang terhadap kasus korupsi.
Sumber : jurnalnasional.com
Peserta aksi membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan serta kritikan terhadap kinerja pemerintah dan aparat penegak hukum yang dinilai tidak serius dalam menangani setiap kasus korupsi. Sejumlah perwakilan dari peserta aksi juga bergantian berorasi di atas mobil bak terbuka yang telah dipasang pengeras suara.
Saat menggelar aksi di kantor Kejati Jawa Tengah, para peserta aksi menyerahkan langsung ”pedang antikorupsi” yang terbuat dari kertas karton kepada Wakil Kepala Kejati Jawa Tengah Donny Kadnezar.
Usai menerima, Wakajati mengatakan pihaknya berjanji akan memberantas korupsi tanpa tebang pilih, termasuk kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah di kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kepala Bagian Humas aksi tersebut, Eko Haryanto mengatakan peringatan Hari Antikorupsi tahun 2009 ini diliputi duka karena Indonesia termasuk dalam daftar ”pasien” penderita penyakit korupsi tingkat mengkhawatirkan. "Kinerja pemerintah, penegak hukum serta lembaga peradilan negara belum seperti yang diharapkan," katanya.
Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menerangkan bagaimana upaya perlawanan dan kondisi terakhir pihak yang antikorupsi terhadap kasus korupsi, seperti kasus "Cicak dan Buaya", kriminalisasi Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) serta skandal Bank Century yang menyebabkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Untuk itu, lanjut Eko, kami menuntut agar mafia peradilan dan makelar kasus (markus) dihapuskan serta mereformasi total semua lembaga penegak hukum dan peradilan yang berwenang terhadap kasus korupsi.
Sumber : jurnalnasional.com
MAHASISWA DEMO HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA
Semarang - Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, Rabu (9/12), Ratusan mahasiswa melakukan aksi demo, di antaranya dari IAIN Walisongo, Undip dan Unissula. Mereka menuntut keseriusan pemerintah untuk memberantas korupsi. Demo yang terjadi serentak di beberapa tempat juga terjadi di Gedung Bank Indonesia (BI) Jalan Imam Bardjo, Pleburan Semarang.
Dalam demo yang diikuti sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) tersebut sempat diwarnai dengan aksi dorong-dorongan dengan aparat keamanan yang menjaga pintu pagar Bank BI karena demonstran memaksa untuk orasi di dalam halaman gedung.
Di tempat lain, BEM KM Undip, senat KM, perwakilan BEM fakultas, perwakilan senat fakultas dan perwakilan dari UKM undip yang berjumlah sekitar 250 orang mahasiswa, melakukan aksi di depan gedung Rektorat Undip Tembalang.
Dalam aksi tersebut mereka mengajukan beberapa permintaan kepada rektor yang diantaranya mendesak agar rektor melalui forum rektor berbicara tentang skandal Bank Century, berkomitmen mewujudkan Undip bebas korupsi, dan mengajak seluruh untuk melawan segala praktik korupsi di lingkungan kampus seperti penerimaan mahasiswa baru dan pembangunan infrastruktur kampus.
Sementara itu Rektor Undip Prof Dr dokter Susilo Wibowo MS Med Sp And bersama-sama dengan perwakilan mahasiswa menandatangani surat pernyataan sikap bersama tentang komitmen Undip berkomitmen untuk mewujudkan Undip bebas korupsi.
Sumber : suaramerdeka.com
Dalam demo yang diikuti sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) tersebut sempat diwarnai dengan aksi dorong-dorongan dengan aparat keamanan yang menjaga pintu pagar Bank BI karena demonstran memaksa untuk orasi di dalam halaman gedung.
Di tempat lain, BEM KM Undip, senat KM, perwakilan BEM fakultas, perwakilan senat fakultas dan perwakilan dari UKM undip yang berjumlah sekitar 250 orang mahasiswa, melakukan aksi di depan gedung Rektorat Undip Tembalang.
Dalam aksi tersebut mereka mengajukan beberapa permintaan kepada rektor yang diantaranya mendesak agar rektor melalui forum rektor berbicara tentang skandal Bank Century, berkomitmen mewujudkan Undip bebas korupsi, dan mengajak seluruh untuk melawan segala praktik korupsi di lingkungan kampus seperti penerimaan mahasiswa baru dan pembangunan infrastruktur kampus.
Sementara itu Rektor Undip Prof Dr dokter Susilo Wibowo MS Med Sp And bersama-sama dengan perwakilan mahasiswa menandatangani surat pernyataan sikap bersama tentang komitmen Undip berkomitmen untuk mewujudkan Undip bebas korupsi.
Sumber : suaramerdeka.com
AKSI GERAK DIWARNAI KETEGANGAN
Semarang - Ratusan orang dari berbagai organisasi, menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi se-Dunia di sejumlah tempat di Kota Semarang, Rabu (9/12) kemarin.
Aksi Gerak (Gerakan Rakyat Anti Korupsi) di depan kantor DPRD diwarnai ketegangan. Sebab, mereka berusaha masuk ke kantor Dewan, namun dihadang ratusan polisi. Karena tidak berhasil masuk ke gedung wakil rakyat itu, akhirnya para pendemo membakar miniatur sel berisikan sejumlah foto pejabat.
Untuk mengkritik penanganan kasus korupsi itu Gerak Jateng juga mengusung gambar Anggodo vs Mbah Minah (rakyat jelata). Gambar Anggodo terlihat berpakaian seragam ala Polri dengan bintang empat dipundaknya, dan menenteng tongkat komando. Di bawah foto tersebut tertulis ’’Pengusaha Hitam’’.
Aksi unjuk rasa di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian itu berlangsung damai. Ratusan aparat kepolisian tampak bersiaga di seputaran kantor DPRD dan Pemprov Jateng. Sejumlah kendaraan antihuru-hara juga disiapkan.
Sumber : suaramerdeka.com
Aksi Gerak (Gerakan Rakyat Anti Korupsi) di depan kantor DPRD diwarnai ketegangan. Sebab, mereka berusaha masuk ke kantor Dewan, namun dihadang ratusan polisi. Karena tidak berhasil masuk ke gedung wakil rakyat itu, akhirnya para pendemo membakar miniatur sel berisikan sejumlah foto pejabat.
Untuk mengkritik penanganan kasus korupsi itu Gerak Jateng juga mengusung gambar Anggodo vs Mbah Minah (rakyat jelata). Gambar Anggodo terlihat berpakaian seragam ala Polri dengan bintang empat dipundaknya, dan menenteng tongkat komando. Di bawah foto tersebut tertulis ’’Pengusaha Hitam’’.
Aksi unjuk rasa di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian itu berlangsung damai. Ratusan aparat kepolisian tampak bersiaga di seputaran kantor DPRD dan Pemprov Jateng. Sejumlah kendaraan antihuru-hara juga disiapkan.
Sumber : suaramerdeka.com
AKTIVIS SEMARANG DEMO HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA
Semarang – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, Rabu (9/12), sekitar 200 aktivis antikorupsi di Kota Semarang dan Jawa Tengah akan menggelar aksi unjuk rasa. Aksi unjuk rasa ini akan diikuti oleh 14 LSM baik dari Semarang maupun yang ada di Jawa tengah dengan tema "SBY Gagal Memberantas Korupsi".
Menurut Iskandar, koordinasi aksi unjuk rasa ini, kegiatan tersebut dilakukan para aktivis antikorupsi dalam satuan aksi Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK). Para pengunjuk rasa berencana akan turun ke jalan sekitar pukul 09.00 WIB,dengan rute mulai dari depan Masjid Baiturrahman, konvoi melingkari lapangan Simpang Lima Semarang kemudian berjalan kaki menuju ke sejumlah kantor pemerintah di Jalan Pahlawan, Semarang.
Sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang terlibat aksi tersebut, terdiri LBH Semarang, PRD, KP2KKN, HMI MPO, LMND, Ampuh Jateng juga Serikat tani Indonesia dan sejumlah LSM lainnhya.
Dalam aksi tersebut, para aktivis GERAK akan melakukan orasi dan membacakan sejumlah tuntutan pada pemerintah. Tuntutan yang gencar disuarakan itu meliputi Penuntasan Kasus Bank Century, menolak pelemahan dan kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi serta penuntasan kasus-kasus sejumlah korupsi di Jawa Tengah.
Sumber : infogue.com
Menurut Iskandar, koordinasi aksi unjuk rasa ini, kegiatan tersebut dilakukan para aktivis antikorupsi dalam satuan aksi Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK). Para pengunjuk rasa berencana akan turun ke jalan sekitar pukul 09.00 WIB,dengan rute mulai dari depan Masjid Baiturrahman, konvoi melingkari lapangan Simpang Lima Semarang kemudian berjalan kaki menuju ke sejumlah kantor pemerintah di Jalan Pahlawan, Semarang.
Sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang terlibat aksi tersebut, terdiri LBH Semarang, PRD, KP2KKN, HMI MPO, LMND, Ampuh Jateng juga Serikat tani Indonesia dan sejumlah LSM lainnhya.
Dalam aksi tersebut, para aktivis GERAK akan melakukan orasi dan membacakan sejumlah tuntutan pada pemerintah. Tuntutan yang gencar disuarakan itu meliputi Penuntasan Kasus Bank Century, menolak pelemahan dan kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi serta penuntasan kasus-kasus sejumlah korupsi di Jawa Tengah.
Sumber : infogue.com
Senin, 07 Desember 2009
Borobudur Tak Lekang Oleh Waktu








Yogyakarta - Candi borobudur terletak di kecamatan Magelang, Jawa Tengah. Untuk mencapainya kita perlu melewati pintu masuk dan para pengunjung perlu berjalan sekitar 1 km untuk mencapai candi. Disana juga disediakan kereta bagi para pengunjung yang tidak kuat berjalan jauh. Hanya dengan mambayar Rp. 5000 /orang, kita tidak perlu mandaki anak tangga yang cukup terjal dan banyak jumlahnya.
Candi borobudur terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat berbentuk bundar serta sebuah stupa besar di bagian puncaknya. Di semua bagaian tingkatannya tersebar pula stupa-stupa kecil yang didalamya terdapat patung dan bagian didnding-dingnya terdapat relief.
Saat saya mengunjungi candi ini pada hari Sabtu (5/12), tampak terdapat pemugaran kecil-kecilan pada sudut candi. Pemugaran tersebut menggunakan bahan timah agar air hujan tidak meresap kedalam bagian batu dibawhnya. ”Timah digunakan agar kedap air dan juga agar jamur tidak bisa tumbuh karena lembab sehingga dapat merusak relief dan bangunan candi,” ujar salah seorang pekerja.
Tiket masuk candi itu sendiri dikenai biaya Rp. 9000 untuk dewasa, Rp. 5000 untuk anak-anak dan turis asing dikenai $10. Sedangkan jam buka candi ini sendiri yaitu setiap hari mulai dari pukul 07.00-18.00.
Pada hari libur biasanya candi ini sangat dipadati oleh pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga disarankan untuk mengunjungi candi ini pada hari-hari biasa. Selain menawarkan keindahan serta sejarah candi itu sendiri, kita juga dapat menikmati keindahan pemandangan sekitar candi.
Sekedar untuk peringatan, sebaiknya kita berhati-hati dengan barang bawaan karena banyak sekali pedagang asongan cinderamata yang begitu agresif menawarkan barang dagangannya. Mereka memaksa agar pengunjung membeli dagangan mereka.
What : tidak lekang oleh waktu
When : Sabtu, 5 Desember 2009
Where : kecamatan Magelang, Jawa Tengah
Who : Candi Borobudur
Why : padat pengunjung baik dalam maupun luar negeri.
How : Candi Borobudur menawarkan keindahan serta sejarah.
Galeri Unik dalam Water Castle Cafe







Yogyakarta - Water Castle Cafe merupakan salah satu tempat di perkampungan sekitar taman sari, Yogyakarta yang sarat akan kebudayaan jawa kuno. Tempat ini sangat unik dan menarik baik dari bentuk bangunan maupun ornamen di dalamnya.
Untuk mencapainya kita hanya perlu berjalan kaki meyusuri perkampungan baik dari kraton maupun pemandian para raja. Di tempat ini dipajang banyak foto dan lukisan hasil karya seorang anak dari sang pemilik tempat ini. Walaupun di depan bangunan ini tertulis cafe namun sama sekali tidak menyerupai cafe, namun rumah dengan galeri foto, lukisan, serta barang-barang kuno.
”Tempat ini sering dibuat untuk syuting film. Jagad kali code salah satunya. Yang main Ringgo Agus Rahman” ujar sang pemilik tempat ini. Ia ditemani salah seorang anaknya dengan ramah mempersilahkan pengunjung yang ingin melihat-lihat hasil karya anaknya.
Ada satu lagi yang menarik dari tempat ini. Di pintu toiletnya terdapat tulisan swimming pool yang bisa membuat pengunjung tertipu. Seperti ujar Zana Aurora, salah satu pengunjung tempat itu pada Sabtu (5/12) sore. ”Saya pikir di dalamnya ada kolam renang beneran. Eh ternyata cuman toilet.”
Perkampungan di daerah Tman Sari memang sarat dengan kebudayaan serta seni. Perkampungannya menyediakan banyak suguhan. Kita bisa secara langsung menyaksikan para penduduk yang sedang bermain musik, melukis, membatik ataupun membuat wayang dalam sebuah galeri. Tidak heran banyak sekali turis baik dalam maupun luar negeri berkeliaran di sekitar taman sari.
What : unik
When : Sabtu, 5 Desember 2009
Where : perkampungan Taman Sari - Yogyakarta
Who : water castle cafe
Why : tidak menyerupai cafe, namun rumah dengan galeri foto, lukisan, serta barang-barang kuno.
How : sarat dengan kebudayaan serta seni
Pameran Foto Tema Perempuan oleh Sidelight - Prisma
Semarang - Perhimpunan Seni Foto Mahasiswa (Prisma), Universitas Diponegoro, angkatan 2007, Sidelight, berencana akan mengadakan pameran foto pada pertengahan Desember ini. Berdasarkan rapat yang dilakukan Minggu (7/12) sore hari, mereka akan mengangkat tema perempuan.
Rapat kemarin sekaligus rapat pembentukan panitia untuk acara yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 19 Desember 2009. ”Kita mengangkat tema perempuan dikarenakan bulan Desember ini akan ada perayaan hari ibu, 22 Desember nanti,” ujar Alem Savero, Ketua Prisma saat ini.
Pameran awalnya dibuat untuk para calon prisma (capris), namun para anggota sidelight sendiri beranggapan bahwa capris kali ini belum siap dan belum mempunyai pengalaman dalam menyelenggarakan pameran. Akhirnya diputuskan pameran dibuat untuk Sidelight sendiri. Sebagai gantinya, capris diharapkan ikut serta dalam penyelenggarannya agar mereka belajar dan dijadikan bekal nantinya saat mereka sudah dilantik menjadi anggota Prisma.
”Untuk tempat pelaksanaanya, kita memang belum fix, dikarenakan ada beberapa kendala, namun kemungkinan besar kita akan menjadikan Hotel Ciputra sebagai tempat berlangsungnya pameran”, ujar Stefan Inoe, Ketua Pelaksana Pameran. Mereka mengingikan konsep yang berbeda dari pameran-pameran sebelumnya sehingga nantinya mendapat audiece yang lebih terbuka dari berbagai kalangan.
What : pameran foto dengan tema perempuan
When : 19 Desember 2009
Where : Hotel Ciputra
Who : Sidelight - Prisma
Why : berdekatan dengan perayaan hari ibu
How : dengan konsep yang berbeda sehingga mendapatkan audience dari berbagai kalangan
Rapat kemarin sekaligus rapat pembentukan panitia untuk acara yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 19 Desember 2009. ”Kita mengangkat tema perempuan dikarenakan bulan Desember ini akan ada perayaan hari ibu, 22 Desember nanti,” ujar Alem Savero, Ketua Prisma saat ini.
Pameran awalnya dibuat untuk para calon prisma (capris), namun para anggota sidelight sendiri beranggapan bahwa capris kali ini belum siap dan belum mempunyai pengalaman dalam menyelenggarakan pameran. Akhirnya diputuskan pameran dibuat untuk Sidelight sendiri. Sebagai gantinya, capris diharapkan ikut serta dalam penyelenggarannya agar mereka belajar dan dijadikan bekal nantinya saat mereka sudah dilantik menjadi anggota Prisma.
”Untuk tempat pelaksanaanya, kita memang belum fix, dikarenakan ada beberapa kendala, namun kemungkinan besar kita akan menjadikan Hotel Ciputra sebagai tempat berlangsungnya pameran”, ujar Stefan Inoe, Ketua Pelaksana Pameran. Mereka mengingikan konsep yang berbeda dari pameran-pameran sebelumnya sehingga nantinya mendapat audiece yang lebih terbuka dari berbagai kalangan.
What : pameran foto dengan tema perempuan
When : 19 Desember 2009
Where : Hotel Ciputra
Who : Sidelight - Prisma
Why : berdekatan dengan perayaan hari ibu
How : dengan konsep yang berbeda sehingga mendapatkan audience dari berbagai kalangan
Temu Karya Mahasiswa Foto oleh ISI
Yogyakarta - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta sebagai salah satu institusi seni yang berada di ranah fotografi merasa ikut ambil bagian dari perkembangan dunia foto khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal itulah yang kemudian ingin mereka wujudkan dalam satu rangkaian acara ”Temu Karya Mahasiswa Foto Indonesia #1”.
Acara tersebut dijadwalkan akan diadakan pada hari Selasa dan Rabu, 15-16 Desember 2009. Para panitia acara tersebut mengundang para mahasiswa dari perguruan tinggi dengan mengirimkan mahasiswa sebagai delegasi untuk berpartisipasi dalam acra tersebut.
Para peserta dipungut biaya Rp 50.000 yang nantinya mendapatkan fasilitas penginapan, sertifikat, makan dan kaos. Acara nantinya akan dilaksanakan di Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarata Jl. Parangtritis km 6,5 Sewon, Bantul.
Adapaun Kegiatan selama acara tersebut yaitu pameran foto bersama yang menampilkan karya foto peserta dengan tema pameran Bhinneka Tunggal Ika. Forum, sebagai wadah atau media untuk bertukar pikiran dan pengalaman antar mahasiswa. Workshop art photography oleh Angki Purbandono serta workshop cetak old print oleh Irwandi, M. Sn.
Selain itu, juga akan diadakan hunting bersama berkeliling Kota Yogyakarta.
What : Temu karya mahasiswa foto Indonesia
When : Selasa dan Rabu, 15-16 Desember 2009.
Where : Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarata Jl. Parangtritis km 6,5 Sewon, Bantul.
Who : Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
Why : ISI ikut andil dalam perkembangan dunia foto
How : pameran foto, forum, workshop dan juga hunting bersama
Acara tersebut dijadwalkan akan diadakan pada hari Selasa dan Rabu, 15-16 Desember 2009. Para panitia acara tersebut mengundang para mahasiswa dari perguruan tinggi dengan mengirimkan mahasiswa sebagai delegasi untuk berpartisipasi dalam acra tersebut.
Para peserta dipungut biaya Rp 50.000 yang nantinya mendapatkan fasilitas penginapan, sertifikat, makan dan kaos. Acara nantinya akan dilaksanakan di Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarata Jl. Parangtritis km 6,5 Sewon, Bantul.
Adapaun Kegiatan selama acara tersebut yaitu pameran foto bersama yang menampilkan karya foto peserta dengan tema pameran Bhinneka Tunggal Ika. Forum, sebagai wadah atau media untuk bertukar pikiran dan pengalaman antar mahasiswa. Workshop art photography oleh Angki Purbandono serta workshop cetak old print oleh Irwandi, M. Sn.
Selain itu, juga akan diadakan hunting bersama berkeliling Kota Yogyakarta.
What : Temu karya mahasiswa foto Indonesia
When : Selasa dan Rabu, 15-16 Desember 2009.
Where : Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarata Jl. Parangtritis km 6,5 Sewon, Bantul.
Who : Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
Why : ISI ikut andil dalam perkembangan dunia foto
How : pameran foto, forum, workshop dan juga hunting bersama
Hunting Besar Calon Prisma






Semarang - Perhimpunan Seni Foto Mahasiswa (Prisma), Universitas Diponegoro, pada hari Sabtu (5/12), mengadakan hunting besar bagi calon anggotanya atau biasa disebut capris. Acara ini merupakan serangkaian acara guna menyeleksi para capris untuk dapat masuk dan terdaftar sebagai anggota prisma.
“Acara tersebut juga diadakan untuk lebih mendekatkan anggota prisma atau senior kepada capris atau yunior itu sendiri,” ujar Sinung Raharjo, Ketua Pelaksana Hunting Besar capris. Acara ini diikuti oleh 40 peserta, 18 peserta dari capris dan sisanya dari anggota prisma.
Tempat tujuan hunting ini terdiri dari Candi Borobudur, Tamansari, dan Malioboro. Di Tamansari para panitia menyediakan seorang model untuk dijadikan objek pemotretan. Setelah itu, para peserta menuju ke Galeri Ars Longa untuk melihat pembukaan pameran karya seni milik anak-anak dari UGM.
”Kunjungan galeri ini sebenarnya tidak masuk dalam list tujuan kita, namun ditengah perjalanan kita diundang oleh teman-teman dari klub foto Ufo dari UGM agar menyempatkan diri menghadiri pembukaan pameran seni tersebut,” Ujar Sinung. Selain itu, kunjungan tersebut nantinya bisa dijadikan motivasi dan contoh bagi Prisma maupun capris itu sendiri.
What : hunting besar calon prisma (capris)
When : Sabtu, 5 Desember 2009
Where : Candi Borobudur, Taman Sari, Malioboro
Who : Prisma dan capris
Why : seleksi capris dan mendekatkan senior kepada yunior
How : hunting di tiga tempat wisata, hunting model dan kunjungan ke galeri seni
Kamis, 03 Desember 2009
Mega-Prabowo Sepakat
Jakarta, cybernews.
Setelah memalui serangkaian pertemuan yang melelahkan, akhirnya ketua Dewan Partai Gerindra, Prabowo Subianti sepakat maju menjadi cawapres mendampingi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Deklarasi mengenai hal tersebut akan dilangsungkan siang ini (15/5) setelah shalat Jumat pada pukul 14.00. "Namun itu pun masih tentatif, bisa juga dilakukan besok pagi. Perundingan merupakan finalisasi kesepakatan," ujar Tjahjo Kumala, Ketua DPP PDI-P.
Tertundanya konferensi pers menurut ketua DPP PDI-P, Dudu Mkmun Murad disebabkan karena calon pasangan harus bertemu dengan ketua Deperpu PDI-P, Taufik Kiemas yang sedang dirawat di Rumah Sakit MMC, Kuningan Jakarta. Selain itu, dikabarkan juga mereka belum ada deal mengenai kewenangan Prabowo sebagai cawapres yang memminta diperluas sehingga masih terjadi tarik-ulur kesepakatan.
Baik tim dari PDI-P maupun Gerindra, semalam masih mengadakan pertemuan di suatu tempat yang sifatnya masih tertutup. Sementara itu, sebuah sumber di PDI-P menjelaskan antara Megawati dan Prabowo sudah deal akan berpasangan. "Pertemuan malam ini terjadiya deal setelah keduanya berjabat tangan. Besok Jumat deklarasi," ujar sumber tersebut
Setelah memalui serangkaian pertemuan yang melelahkan, akhirnya ketua Dewan Partai Gerindra, Prabowo Subianti sepakat maju menjadi cawapres mendampingi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Deklarasi mengenai hal tersebut akan dilangsungkan siang ini (15/5) setelah shalat Jumat pada pukul 14.00. "Namun itu pun masih tentatif, bisa juga dilakukan besok pagi. Perundingan merupakan finalisasi kesepakatan," ujar Tjahjo Kumala, Ketua DPP PDI-P.
Tertundanya konferensi pers menurut ketua DPP PDI-P, Dudu Mkmun Murad disebabkan karena calon pasangan harus bertemu dengan ketua Deperpu PDI-P, Taufik Kiemas yang sedang dirawat di Rumah Sakit MMC, Kuningan Jakarta. Selain itu, dikabarkan juga mereka belum ada deal mengenai kewenangan Prabowo sebagai cawapres yang memminta diperluas sehingga masih terjadi tarik-ulur kesepakatan.
Baik tim dari PDI-P maupun Gerindra, semalam masih mengadakan pertemuan di suatu tempat yang sifatnya masih tertutup. Sementara itu, sebuah sumber di PDI-P menjelaskan antara Megawati dan Prabowo sudah deal akan berpasangan. "Pertemuan malam ini terjadiya deal setelah keduanya berjabat tangan. Besok Jumat deklarasi," ujar sumber tersebut
Langganan:
Postingan (Atom)