Jumat, 08 Januari 2010

SUKSESNYA PEMBUKAAN PAMERAN FOTO "DIBALIK PEREMPUAN "






Semarang – Pembukaan pameran foto dengan judul Di Balik Perempuan yang dibuat oleh para anggota UKM fotografi Undip, Prisma, berlangsung dengan sukses. Acara yang berlangsung pada Sabtu, (19/12), terbukti mampu menarik animo para pengunjung dari berbagai kalangan.

Para tim Sidelight yang membuat pameran ini awalnya pesimis dengan pameran ini. ”Pertama tempatnya, kita dapet tempat yang agak tidak strategis, soalnya banyak yang nggak tau tempat ini. Kedua, setengah jam sebelum pembukaan, masih banyak foto yang belum dipasang gara-gara tukang frame nya lama ngerjain, padahal temen-temen tamu dari Jogja udah pada dateng. Belum lagi pembina yang harusnya buka pameran mendadak berhalangan hadir. Untungnya semua itu bisa kita semua atasi dengan baik,” ujar Sinung Raharjo selaku ketua acara pameran ini.

Pembukaan acara yang dijadwalkan dimulai pada pukul 19.00 WIB itu mundur sekitar 30 menit dikarenakan pembina Prisma, Hendro Saptono, mendadak berhalangan hadir dan kemudian dibuka oleh pembina Prisma yang lain yaitu Tomo Danurwendo. Kemudian acara dilanjutkan dengan performing art oleh Inda Millati dan diskusi foto oleh Idealita Ismanto.

Memang diakui oleh Sinung, persiapan pameran kali ini sangat singkat dan kurang matang. Hanya dalam waktu dua minggu dan mereka diharuskan mempersiapkan segalanya mulai dari hunting foto hingga tetek bengek yang lainya. ”Untungnya tim kita solid dan semua bisa diatasi. Kerja samanya juga bagus banget sehingga yang tadinya kita pesimis, ternyata sukses banyak yang dateng,” ujarnya.

Acara yang digelar di gerobak a(r)t kos, Jl. Stonen no. 29 Sampangan, Semarang, rencannya akan dibuka hingga tanggal 22 Desember. Pada pameran ini ditampilkan 34 hasil karya foto anggota prisma sidelight dengan ukuran yang beragam mulai dari 12R hingga ukuran foto 1 x 1,5 meter.

WELCOME PARTY UNDIP 2009









Semarang – Pada hari Jumat, (9/10), Undip menggelar acara yang bertajuk Welcome Party Undip 2009. Dalam acara ini dihadirkan bintang tamu band Geisha serta Vierra yang memang sedang digandrungi banyak remaja akhir-akhir ini.

Geisha yang tampil sebelum Vierra mendapat sambutan meriah dari penonton yang sudah menunggu sejak sore hari. Mereka membuka lagu dengan single andalannya yaitu ”Jika Cinta Dia”. Para penonton yang tidak dipungut biaya tiket masuk tampak terhibur dan ikut bernyanyi bersama.

”Acaranya menghibur banget. Udah gratis, terus bintang tamunyanya juga lumayan, terus deket juga sama kosan tempatnya. Jadi, kita rame-rame nonton bareng sama temen-temen,” ujar Siska dan tiga orang temannya yang mengaku jarang menonton acara sejenis seperti ini.

Setelah membawakan beberapa lagu, kemudian Vierra malanjutkan menghibur para penonton yang memadati lapangan basket Undip Pleburan. Para penonton pun tak terlihat kehilangan semangat saat Widy, sang vokalis mulai menyanyikan lagu demi lagu andalan band yang beranggotakan empat orang ini.

Widy terlihat sangat atraktif meskipun awalnya tampak malu-malu menyapa para penonton. Di tengah penampilannya ia turun dari panggung dan menyapa penonton yang memadati lapangan basket. ”Widy keren banget, tadi dia sempet turun kebawah biar deket sama penonton. Trus dia juga sempet nyanyi scream bentar pas jeda”, ujar Risa salah satu penonton yang memang menggemari Vierra.

Acara berlangsung tertib hingga selesai sekitar pukul 23.00 WIB, meskipun di tengah acara tampak beberapa anak kecil memanjat pagar batas penonton. Mereka nekat memanjat ke dalam backstage agar mereka dapat lebih dekat menonton idola mereka.

LOMBA PERAGAAN BUSANA BATIK “I LOVE U FULL BATIK INDONESIA”






Semarang – Lomba peragaan busana batik yang berlangsung pada hari Senin, (14/10), mengusung tema “I Love U Full Batik Indonesia”. Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis Undip yang ke-52 ini diikuti oleh segenap karyawan serta dosen dari Undip baik pria maupun wanita.

Para dosen serta karyawan berlagak bak model di pelataran auditorium Undip. Mereka ada yang dengan malu-malu maupun percaya diri berlenggak-lenggok menghibur para penonton yang memadati sekitar auditorium undip.

”Baru kali ini kita bisa liat dosen bergaya. Udah gitu gayanya lucu-lucu ada yang malu-malu. Bisa bikin ketawa abis pusing-pusing kuliah” ujar Umi, salah satu mahasiswa D3 PR yang tertarik menonton acara tersebut karena banyak penonton yang memadati jalan.

Para penonton memang terlihat sangat ramai memberi semangat pada dosen mereka yang sedang tampil di depan memeragakan busana batik dengan gayanya masing-masing. Tiap kali ada dosen yang bertingkah laku konyol, seperti menari-nari dan berputar-putar, maka semakin riuh sorakan para penonton. Ditambah lagi celetukan dua MC yang ceplas-ceplos menambah ramai suasana acara peragaan batik tersebut.

PAK BONDAN JURI LOMBA MEMASAK ”KREASIIP MIE”







Semarang – Dalam rangka memperingati acara Dies Natalis Undip ke-52, pada hari Senin, (14/10) diadakan pula acara lomba memasak ”Kreasiip Mie : Hidangan Sehat Untuk Keluarga”. Sebelumnya acara ini diawali dengan workshop bersama Bondan Prakoso, salah satu pembawa acara kuliner terkemuka di salah satu stasiun televisi yang identik dengan jargon Maknyuss nya.

Setelah workshop dan sesi tanya jawab selesai maka kemudian lomba dimulai. Lomba tersebut diikuti oleh para dosen yang kesemuanya laki-laki dari Undip. Mereka dituntut untuk memasak hidangan yang sehat dengan bahan utama mie dan dengan budget yang tidak boleh lebih dari Rp. 10.000,00.

Lomba dibagi menjadi dua sesi karena meja yang digunakan peserta untuk memasak terbatas. Meskipun cuaca panas-panasnya, namun semua peserta terlihat sangat antusias memasak.

Para penonton yang kebanyakan kaum perempuan terlihat terpingkal-pingkal dengan ulah para dosen pria yang sedang memasak. ”Cara masaknya lucu-lucu, asal potong dan masukin ke wajan”, ujar Seshi, salah satu mahasiswa sastra yang kedapatan sedang tertawa-tawa melihat aksi masah para dosen pria. ”Tapi ada juga yang kelihatannya udah biasa masak dan hasil akhirnya keren”, ujarnya kemudian.

Selama lomba sedang berlangsung, terlihat Pak Bondan berkeliling untuk menilai cara masak dan kebersihan para peserta. Pak Bondan juga menyempatkan bersendau gurau dengan para peserta dan mencicipi hasil masakan para peserta.

PESERTA JAMBORE FOTOGRAFI 2009 TIDAK DISAMBUT DENGAN BAIK




Bandung – Jambore Fotografi 2009 kali ini diadakan di kota Bandung dengan tema Ngariung di Bandung. Acara yang berlangsung selama tiga hari, yaitu 16-18 Oktober 2009 ini dihadiri oleh berbagai UKM maupun klub foto mahasiswa yang tersebar di seluruh Jawa. Sebut saja seperti UFO, KMPF, Prisma, Forkom, Panorama, FPC, dan lainnya.
Para peserta dipungut biaya cukup terjangkau yaitu Rp. 80.000,00 per orang selama tiga hari. Maka dari itu jambore kali ini mendapat peserta yang banyak karena setiap kota mengirimkan banyak wakilnya.
Sebelum para peserta diantarkan ke tempat penginapan yang telah dijanjikan, sesampainya di Bandung mereka ditampung terlebih dahulu di sebuah aula universitas swasta di Bandung. Disana mereka dibiarkan selama beberapa saat untuk istirahat oleh panitia. Namun, para peserta ternyata banyak yang mengeluhkan tentang para kinerja para panitia Jambore Fotografi tersebut. Seperti salah satu klub UKM dari Semarang, Prisma, yang menurut anggotanya, mereka kecewa dengan sambutan yang diberi panitia. ”Kami sampai di terminal Cicaheum, Bandung pagi-pagi buta dan kita dibiarkan menunggu jemputan kira-kira satu jam, padahal badan kita udah capek di perjalanan. Setelah dijemput ternyata panitia cuman mengirimkan satu orang personil yang naik motor, sedangkan jumlah kita sendiri ada 15 orang,” ujar Gatot dengan kesal.
Akhirnya mereka pun menyewa angkot yang mengantarkan mereka ke sebuah universitas swasta di sekitar Bandung. ”Kami kira untuk biaya angkot bakalan ditangggung oleh panitia, ternyata kita disuruh bayar sendiri,” lanjut Gatot. Kekesalan mereka belum berhenti sampai disitu. Setelah sampai di aula, ternyata sudah banyak peserta lain dari kota lain yang sudah terlebih dahulu sampai dan mereka dibiarkan tidur di lantai begitu saja. Disana mereka menunggu hingga sore hari dan baru diberangkatkan menuju penginapan pukul 15.00 WIB.
”Kita dateng sampe sini tengah malem dan dibiarin tidur di lantai, di aula yang berantakan kaya gini. Kita disini bener-bener ditekantarin banget deh. Udah gitu kita terpaksa cari makan sendiri karena panitia baru bagi makan kalo kita udah sampe di penginapan ntar,” ujar Rizki, salah satu peserta dari Jakarta. Para peserta kebanyakan menyayangkan dengan para panitia yang dianggap tidak menghormati mereka sebagai tamu ataupun peserta.

PELANTIKAN ANGGOTA PRISMA 2009




Semarang – Prisma merupakan salah satu bentuk UKM fotografi yang ada di Undip. Untuk masuk dan menjadi anggotanya tidak bisa dibilang mudah dan harus melewati tahapan seleksi. Biasanya para calon anggota prisma biasa disebut dengan capris. Mereka diharuskan ”magang” terlebih dahulu selama setahun dengan mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh senior.
Kegiatan berupa hunting dua kali sebulan, mengikuti basic training fotografi, workshop, dan pengumpulan tugas yang diberikan senior. Setelah dinyatakan lulus, maka capris dilantik. Dan untuk angkatan prisma 2009, pelantikan berlangsung di Promasan, Gunung Ungaran, pada 23-25 Januari 2009.
”Pelantikan tersebut merupakan acara dimana para capris nanti secara resmi dilantik dan kemudian menjadi anggota prisma. Pelantikan bisanya dihadiri para pembina dan pendiri prisma serta senior-senior,” ujar Alem Savero seraya ketua prisma.
Sehari sebelum malam pelantikan, capris melakukan tes wawancara baik lisan maupun tertulis yang isinya seputar visi dan misi masuk prisma serta teknik-teknik fotografi. ”Tes wawancara sendiri merupakan penegasan kepada capris bahwa mereka nantinya tidak main-main dalam menjalankan UKM ini dan mereka bener-bener niat,” ujar Alem.
Setelah itu malam selanjutnya bagi mereka yang dinyatakan lulus akan dilantik malam itu juga dan diberikan tanda berupa pin emas sebagai tanda mereka sudah resmi menjadi anggota prisma. “Untuk tahun ini, prisma melantik 21 anggota, dari total awal peserta 100 orang. Dan angkatan ini diberi nama sidelight,” ujar Alem.

PRISMA NGARIUNG DI BANDUNG






Bandung – Para anggota UKM fotografi, Prisma Undip mengikuti acara jambore fotografi 2009 ke-2 yang diselenggarakan di Bandung. Prisma sendiri mengirimkan 15 anggotanya dan tiga diantaranya masih merupakan calon anggota prisma. Acara yang berlangsung pada tanggal 16-18 November 2009 ini diikuti oleh berbagai klub dan UKM mahasiswa dari seluruh Jawa seperti Jakarta, Malang, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Acara yang diadakan setiap tahun ini dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antara UKM maupun klub fotografi mahasiswa yang ada di seluruh Jawa agar bisa saling mengenal dan berbagi pengalaman. Selain itu acara ini juga dimaksudkan sebagai ajang sharing dan berkumpul antar UKM foto yang satu dan yang lainnya.
Di acara ini semua peserta diajak berkumpul, hunting bersama di sekitar kota Bandung, serta mengikuti workshop dan diskusi. Hunting dilakukan di sekitar Tangkuban Perahu dan kawah Domas. Seluruh peserta diajak berjalan kaki menyusuri hutan yang masih asri serta pemandangan yang dapat memikat mata. Sedangkan untuk workshop, kali ini membahas tentang fotografi petualangan pada medan-medan yang berat dan juga fotografi jurnalistik.
Acara yang diharapkan oleh semua pesertanya ini memuaskan, ternyata masih mengundang banyak kritikan dari sana-sini. ”Kita disini sebagai tamu, tapi para panitia kesannya kurang menghormati kita. Kita cuman dikasi makan tiga hari berturut-turut dengan menu yang sama serta fasilitas yang kurang memadai,” ujar salah satu peserta yang berasal dari Malang saat acara sharing bersama. ”Para panitia kurang mau mambaur dengan para peserta dan kesannya mereka sangat individual dan acuh tak acuh”, ujar Denny, salah satu peserta dari Prisma yang dibenarkan oleh para peserta lainnya.